Waspada Super Flu pada Ibu Hamil dan Anak

OlehIndra Lionardy

Publish 2026-01-10 20:20:00

Waspada Super Flu pada Ibu Hamil dan Anak

Apa Itu Super Flu?

Super flu adalah sebutan untuk varian baru virus influenza A (H3N2) subclade K yang telah masuk ke Indonesia sejak Agustus 2025. Hingga awal tahun 2026, virus ini telah ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia dan menimbulkan kekhawatiran karena tingkat penularannya yang sangat agresif dengan gejala lebih berat dibandingkan flu musiman biasa. Kementerian Kesehatan RI melaporkan setidaknya terdapat 62 kasus yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) hingga akhir Desember 2025, tersebar di delapan provinsi dengan kasus terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai

Gejala super flu subclade K jauh lebih parah dibandingkan flu biasa atau COVID-19. Gejala yang muncul antara lain:

-Demam tinggi mencapai 39-41 derajat Celsius

-Nyeri otot berat dan kelelahan atau lemas ekstrem

-Batuk kering yang menetap

-Sakit kepala dan tenggorokan berat

Kombinasi demam tinggi di atas 39 derajat Celsius dan rasa lemas yang ekstrem merupakan tanda peringatan utama bahwa seseorang mungkin terpapar varian super flu ini dan memerlukan perhatian medis segera. Penularan virus ini juga relatif cepat, di mana satu orang yang terpapar bisa menularkan ke dua hingga tiga orang lainnya.

Risiko pada Anak dan Ibu Hamil

Anak-anak dan ibu hamil termasuk dalam kelompok rentan yang berisiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat super flu. Data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak-anak. Kelompok rentan lainnya meliputi lansia serta individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, asma, dan ginjal. Bahaya utama dari super flu bukanlah pada virusnya semata, melainkan pada komplikasi yang dapat muncul, terutama pada kelompok berisiko tinggi ini.

Pencegahan untuk Ibu Hamil dan Anak

Ibu hamil mengalami penurunan kekebalan tubuh secara alami agar sistem tubuh tidak menolak janin yang sedang berkembang, sehingga lebih mudah terkena infeksi virus. Pemberian vaksin influenza dapat dilakukan sebelum atau selama masa kehamilan untuk meningkatkan sistem imun tubuh ibu, membuat bayi yang lahir memiliki sistem imun yang lebih baik, sekaligus mencegah risiko kelahiran prematur. Langkah pencegahan lain yang dapat diterapkan meliputi:

- Rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer

- Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit

- Konsumsi makanan bernutrisi tinggi setiap hari

- Cukupi kebutuhan tidur dan minum air putih

- Kelola stres dengan baik

Kapan Harus Segera ke Dokter

Kelompok lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis dianjurkan lebih waspada dan tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala. Jika anak atau ibu hamil mengalami demam tinggi di atas 39 derajat Celsius, lemas ekstrem, atau gejala yang memburuk, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Meskipun angka kasus resmi tercatat 62, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa angka ini kemungkinan hanyalah fenomena gunung es mengingat surveilans genomik yang masih terbatas.