Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Baru Lahir: Aman, Cepat Sembuh, dan Minim Nyeri

OlehIndra Lionardy

Publish 2026-01-29 13:00:00

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Baru Lahir: Aman, Cepat Sembuh, dan Minim Nyeri

Sirkumsisi atau sunat pada bayi baru lahir dapat dilakukan sejak bayi berusia 1 hari, dengan syarat bayi sudah dapat buang air kecil dan buang air besar secara normal.

Prosedur ini menggunakan anestesi lokal, yaitu penyuntikan obat bius di pangkal penis, sehingga bayi tidak merasakan nyeri selama tindakan. Kulit penutup kepala penis (preputium) kemudian dipotong menggunakan alat ESU (Electrosurgery Unit), yang membuat perdarahan sangat minimal. Setelah itu, luka dijahit menggunakan benang khusus yang akan terlepas sendiri secara alami seiring waktu tanpa perlu dilepas.

Begitu tindakan selesai, penis akan dibalut dengan perban, dan balutan tersebut umumnya dapat dibuka setelah 3 jam.


Perawatan Setelah Sirkumsisi

Setelah tindakan, bayi dapat dimandikan dan terkena air seperti biasa. Saat mandi, bersihkan area penis dengan lembut, keringkan, lalu oleskan salep sesuai anjuran dokter.

Jika bayi menggunakan pampers, gantilah setiap 2–3 jam sekali, bahkan bila belum buang air kecil atau besar. Setiap kali ganti pampers, pastikan area penis dibersihkan, dikeringkan, dan dioleskan kembali salep agar luka tetap lembap dan bersih.


Hal yang Normal Setelah Sirkumsisi

Beberapa hal normal yang mungkin terlihat setelah sunat, antara lain:

  • Muncul lapisan putih, kuning, atau hijau muda di kepala penis. Ini bukan nanah, melainkan fibrin, zat alami yang terbentuk saat luka sedang sembuh. Cukup bersihkan perlahan dan oleskan salep seperti biasa.
  • Dalam 8–10 hari, luka biasanya sudah mulai kering dan beberapa jahitan akan lepas. Kadang ada jahitan yang baru lepas setelah 1 bulan atau lebih, dan hal tersebut tidak berbahaya. Tetap lakukan perawatan rutin agar proses pemulihan berjalan baik.

Kemungkinan Keluhan Setelah Sirkumsisi

Beberapa bayi dapat mengalami reaksi ringan setelah tindakan, seperti:

  • Demam ringan, yang bisa dikurangi dengan pemberian ASI lebih sering untuk membantu menurunkan suhu tubuh secara alami. Bila perlu, dapat diberikan paracetamol sesuai anjuran dokter.
  • Bayi rewel karena rasa tidak nyaman. Jika disebabkan nyeri, bisa diberikan obat pereda nyeri paracetamol dalam bentuk supositoria (melalui anus).
  • Perdarahan ringan dapat terjadi namun jarang. Jika tampak darah, tekan perlahan dengan kasa bersih yang telah diolesi Betadine salep.
  • Bengkak ringan pada penis juga bisa muncul dan biasanya akan mereda dengan sendirinya tanpa perlu tindakan tambahan.

Kesimpulan

Sirkumsisi pada bayi baru lahir merupakan tindakan medis yang aman, cepat sembuh, dan minim rasa sakit bila dilakukan dengan teknik yang tepat oleh tenaga profesional.

Proses penyembuhan akan optimal bila orang tua menjaga kebersihan area luka, rutin mengganti pampers, mengoleskan salep sesuai instruksi, dan memberikan ASI yang cukup.

Dengan perawatan yang baik, bayi akan mengalami pemulihan sempurna dan tetap merasa nyaman selama masa penyembuhan.