Sirkumsisi atau sunat pada bayi baru lahir dapat dilakukan sejak bayi berusia 1 hari, dengan syarat bayi sudah dapat buang air kecil dan buang air besar secara normal.
Prosedur ini menggunakan anestesi lokal, yaitu penyuntikan obat bius di pangkal penis, sehingga bayi tidak merasakan nyeri selama tindakan. Kulit penutup kepala penis (preputium) kemudian dipotong menggunakan alat ESU (Electrosurgery Unit), yang membuat perdarahan sangat minimal. Setelah itu, luka dijahit menggunakan benang khusus yang akan terlepas sendiri secara alami seiring waktu tanpa perlu dilepas.
Begitu tindakan selesai, penis akan dibalut dengan perban, dan balutan tersebut umumnya dapat dibuka setelah 3 jam.
Perawatan Setelah Sirkumsisi
Setelah tindakan, bayi dapat dimandikan dan terkena air seperti biasa. Saat mandi, bersihkan area penis dengan lembut, keringkan, lalu oleskan salep sesuai anjuran dokter.
Jika bayi menggunakan pampers, gantilah setiap 2–3 jam sekali, bahkan bila belum buang air kecil atau besar. Setiap kali ganti pampers, pastikan area penis dibersihkan, dikeringkan, dan dioleskan kembali salep agar luka tetap lembap dan bersih.
Hal yang Normal Setelah Sirkumsisi
Beberapa hal normal yang mungkin terlihat setelah sunat, antara lain:
Kemungkinan Keluhan Setelah Sirkumsisi
Beberapa bayi dapat mengalami reaksi ringan setelah tindakan, seperti:
Kesimpulan
Sirkumsisi pada bayi baru lahir merupakan tindakan medis yang aman, cepat sembuh, dan minim rasa sakit bila dilakukan dengan teknik yang tepat oleh tenaga profesional.
Proses penyembuhan akan optimal bila orang tua menjaga kebersihan area luka, rutin mengganti pampers, mengoleskan salep sesuai instruksi, dan memberikan ASI yang cukup.
Dengan perawatan yang baik, bayi akan mengalami pemulihan sempurna dan tetap merasa nyaman selama masa penyembuhan.





















