Anak Susah Makan (GTM): Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu ke Dokter

Publish 12 August 2026 | 10:00 am

Anak Susah Makan (GTM): Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu ke Dokter

Sebagian besar episode anak susah makan atau GTM (gerakan tutup mulut) adalah fase normal yang muncul ketika laju pertumbuhan melambat setelah usia 1 tahun, dan akan membaik dengan perbaikan aturan makan. Yang membedakan fase normal dari masalah yang sesungguhnya bukanlah seberapa sedikit anak makan hari ini, melainkan kurva berat badannya: selama berat badan masih naik mengikuti kurva pertumbuhan, biasanya belum ada yang perlu dikhawatirkan. GTM yang disertai berat badan mendatar atau turun selama dua bulan harus diperiksakan ke dokter.

Artikel ini bagian dari Panduan Tumbuh Kembang Anak 0–5 Tahun dari RSIA Mahati.


1. Apa itu GTM dan apakah normal?

GTM adalah istilah populer di Indonesia untuk perilaku anak menolak makan: menutup mulut rapat, memalingkan wajah, memuntahkan makanan, atau menyemburkannya kembali.

Ada dua kelompok besar yang perlu dibedakan:

Sulit makan yang wajarSulit makan yang perlu dievaluasi
Berat badanTetap naik mengikuti kurvaMendatar atau turun ≥2 bulan
Variasi makananMenolak beberapa jenis, masih mau jenis lainMenolak seluruh kelompok tekstur atau hampir semua makanan
DurasiBeberapa hari sampai 1–2 minggu, hilang timbulMenetap lebih dari 1 bulan
Kondisi anakAktif, ceria, tumbuh normalLesu, pucat, sering sakit, perkembangan terhambat
Gejala penyertaTidak adaMuntah, nyeri, diare, batuk lama, demam berulang

Mengapa nafsu makan menurun setelah usia 1 tahun? Pada tahun pertama, berat badan anak bertambah sekitar 6–7 kg. Pada tahun kedua, hanya sekitar 2 kg. Kebutuhan kalorinya per kilogram berat badan turun, sehingga porsi makan yang tampak "sedikit" bagi orang tua sebetulnya sesuai dengan kebutuhannya. Ini bukan penyakit — ini fisiologi.

Picky eater berbeda lagi: anak mau makan dalam jumlah cukup tetapi hanya pada jenis makanan tertentu. Perilaku ini umum pada usia 2–5 tahun dan biasanya berkurang seiring waktu, terutama bila orang tua tidak menjadikannya arena pertarungan.

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ARekomendasi Dokter Mahatidr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakLihat Profil & Jadwal


2. Penyebab non-medis yang paling sering

  • Jadwal makan tidak teratur. Anak yang boleh makan kapan saja tidak pernah benar-benar lapar saat waktu makan tiba.
  • Terlalu banyak susu atau camilan. Susu di atas ± 600 ml/hari pada balita adalah salah satu penyebab tersering. Susu mengenyangkan, dan juga menghambat penyerapan zat besi.
  • Distraksi saat makan. Gawai, televisi, atau berjalan-jalan keliling kompleks membuat anak tidak mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.
  • Durasi makan terlalu lama. Sesi makan yang berlangsung satu jam membuat anak jenuh dan mengasosiasikan makan dengan tekanan.
  • Tekanan dan paksaan. Memaksa, mengancam, atau menyuapi sambil membujuk terus-menerus terbukti justru menurunkan asupan dalam jangka panjang.
  • Tekstur tidak sesuai usia. Anak 1 tahun yang masih diberi bubur halus sering menolak karena bosan; sebaliknya, anak yang belum terlatih mengunyah bisa tersedak dan jadi trauma.
  • Food neophobia. Anak usia 2–5 tahun secara alami curiga pada makanan baru. Rata-rata dibutuhkan 8–15 kali pengenalan sebelum anak mau mencoba — sebagian besar orang tua berhenti setelah percobaan ketiga.

3. Penyebab medis yang sering terlewat

Bagian ini yang paling sering luput. Bila aturan makan sudah diperbaiki selama 2–4 minggu tetapi anak tetap menolak makan, cari kemungkinan berikut.

Gejala yang menyertaiKemungkinan penyebab
Rewel saat menelan, air liur berlebih, bintik putih di mulutSariawan, kandidiasis oral, tumbuh gigi
Sering gumoh/muntah, menangis saat berbaring setelah makan, batuk malam hariRefluks (GERD)
Ruam kulit berulang, diare berdarah, muntah setelah minum susuAlergi protein susu sapi
Pucat, lesu, kurang aktif, mudah lelahAnemia defisiensi besi
BAB keras, jarang, nyeri saat BAB, perut kembungKonstipasi
Demam tanpa sebab jelas, BAK berbau atau nyeriInfeksi saluran kemih
Batuk >2 minggu, demam lama, berat badan tidak naik, ada kontak dewasa dengan TBTuberkulosis anak
Sesak saat aktivitas, mudah lelah saat menyusu, berkeringat berlebihanPenyakit jantung bawaan
Sering tersedak, makanan keluar lewat hidung, hanya mau tekstur tertentuGangguan oromotor / kesulitan menelan

Anemia defisiensi besi layak disorot tersendiri karena sangat umum di Indonesia dan menciptakan lingkaran yang sulit diputus: kekurangan zat besi menurunkan nafsu makan, nafsu makan yang turun memperburuk kekurangan zat besi, dan seterusnya. Lingkaran ini biasanya tidak akan putus hanya dengan memperbaiki cara menyajikan makanan.


4. Cara mengatasi anak susah makan: aturan makan (feeding rules)

Pendekatan yang direkomendasikan IDAI terdiri dari tiga komponen. Terapkan ketiganya sekaligus, konsisten, minimal dua minggu sebelum menilai hasilnya.

A. Jadwal

  1. Berikan 3 kali makan utama dan 2 kali selingan pada jam yang tetap setiap hari.
  2. Batasi durasi makan maksimal 30 menit. Lewat dari itu, akhiri dengan tenang tanpa memarahi anak.
  3. Tidak ada camilan atau susu di antara jadwal, kecuali air putih. Ini yang membuat anak datang ke meja makan dalam keadaan benar-benar lapar.
  4. Jika anak menolak, tawarkan kembali pada jadwal makan berikutnya — bukan 20 menit kemudian dengan biskuit.

B. Lingkungan

  1. Tanpa gawai, televisi, atau mainan selama makan.
  2. Makan di tempat yang sama, sebaiknya di kursi makan dan bersama keluarga. Anak belajar makan dengan meniru.
  3. Jangan memaksa, mengancam, membujuk berlebihan, atau menyuapi sambil berjalan. Suasana netral adalah bagian dari terapinya.
  4. Biarkan anak berantakan. Menyentuh dan bermain dengan makanan adalah bagian dari proses belajar menerima makanan baru.

C. Prosedur

  1. Sajikan porsi kecil — lebih baik anak meminta tambah daripada melihat piring yang membuatnya menyerah sebelum mulai.
  2. Mulai dengan makanan padat, susu diberikan terakhir.
  3. Dorong anak makan sendiri sesuai kemampuannya, meski hanya beberapa suap.
  4. Perkenalkan makanan baru berulang kali tanpa memaksa; sandingkan dengan makanan yang sudah disukai.
  5. Naikkan kepadatan kalori, bukan volume: tambahkan minyak, santan, keju, atau alpukat ke menu yang sudah ada.

Prinsip pembagian peran yang perlu diingat: orang tua menentukan apa, kapan, dan di mana anak makan. Anak menentukan berapa banyak dan apakah ia makan. Sebagian besar konflik makan bermula ketika orang tua mengambil alih bagian yang menjadi hak anak.


5. Pendekatan sesuai usia anak

Anak susah makan usia 1 tahun. Periode transisi dari MPASI ke makanan keluarga. Fokus: naikkan tekstur ke makanan cincang dan finger food, batasi susu maksimal ± 500 ml/hari, dan mulai terapkan jadwal makan yang tetap. Pastikan protein hewani hadir di setiap kali makan.

Anak susah makan usia 2 tahun. Puncak penolakan sekaligus puncak keinginan mandiri. Fokus: beri pilihan terbatas ("mau wortel atau brokoli?") agar anak merasa punya kendali, biarkan makan sendiri meskipun berantakan, dan hentikan kebiasaan menyuapi sambil menonton bila sudah telanjur terbentuk.

Anak susah makan usia 3 tahun ke atas. Fase picky eater dan pengaruh teman sebaya. Fokus: libatkan anak dalam memilih dan menyiapkan makanan, makan bersama keluarga di meja yang sama, dan jangan menyediakan menu khusus terpisah setiap kali anak menolak menu keluarga.

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ARekomendasi Dokter Mahatidr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakLihat Profil & Jadwal


6. Soal vitamin penambah nafsu makan

Ini pertanyaan yang hampir selalu muncul, jadi mari dijawab apa adanya.

Yang punya dasar ilmiah:

  • Suplementasi zinc (seng) memperbaiki nafsu makan pada anak dengan defisiensi seng, dan terbukti bermanfaat pada anak dengan diare berulang atau gizi kurang.
  • Suplementasi zat besi memperbaiki nafsu makan pada anak dengan anemia defisiensi besi — tetapi hanya bila anemianya memang ada dan sebaiknya setelah pemeriksaan.
  • Vitamin D dan mikronutrien lain bermanfaat pada anak dengan defisiensi yang terbukti.

Yang perlu diluruskan:

  • Sirup penambah nafsu makan yang dijual bebas sebagian besar berisi vitamin B kompleks. Pada anak yang tidak kekurangan vitamin B, efeknya terhadap nafsu makan tidak besar.
  • Beberapa produk mengandung bahan yang bekerja dengan cara merangsang nafsu makan melalui efek antihistamin. Obat golongan ini tidak boleh diberikan tanpa resep dan pengawasan dokter.
  • Suplemen tidak memperbaiki jadwal makan yang berantakan, susu yang berlebihan, atau anak yang makan sambil menonton — dan ketiganya jauh lebih sering menjadi penyebab sesungguhnya.

Kesimpulan praktisnya: cari penyebabnya dulu, perbaiki aturan makan lebih dulu. Suplemen adalah pelengkap ketika ada defisiensi yang jelas, bukan solusi pertama.


7. Tanda bahaya: kapan harus ke dokter

Segera periksakan anak bila ada salah satu tanda berikut:

  • Berat badan tidak naik atau turun selama 2 bulan berturut-turut, atau titiknya berada di bawah garis merah KMS. → lihat Berat Badan Ideal Anak: Tabel WHO dan Cara Baca KMS
  • Anak menolak hampir semua makanan selama lebih dari 2 minggu.
  • Muntah berulang, muntah menyemprot, atau muntah berwarna hijau.
  • Tersedak berulang saat makan, atau makanan keluar melalui hidung.
  • Menolak seluruh tekstur tertentu, misalnya sama sekali tidak mau makanan padat di usia yang seharusnya sudah bisa.
  • Disertai pucat, lesu, demam berulang, batuk lebih dari 2 minggu, atau diare berulang.
  • Perkembangan lain ikut terhambat: belum bicara, belum berjalan sesuai usianya.

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.AJadwal Dokter · 7 Hari ke Depandr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakBuat JanjiSabtu, 15 Agustus 202614:00 - 17:00Rabu, 19 Agustus 202613:00 - 15:00Kamis, 20 Agustus 202616:00 - 19:00Jumat, 21 Agustus 202616:00 - 19:00

Di Poli Anak RSIA Mahati (Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan), penanganan anak dengan kesulitan makan mencakup penilaian pertumbuhan, penelusuran penyebab medis, evaluasi kemampuan oromotor, serta penyusunan rencana makan bersama dokter spesialis anak dan ahli gizi. Lihat Jadwal Dokter untuk membuat janji.


Artikel ini ditinjau oleh dr. Maria Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RSIA Mahati. Materi bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Rujukan: Ikatan Dokter Anak Indonesia — Rekomendasi Pendekatan Kesulitan Makan pada Anak; WHO — Infant and Young Child Feeding; Kementerian Kesehatan RI — Buku KIA.

Baca juga: Panduan Tumbuh Kembang Anak 0–5 Tahun · Berat Badan dan Tinggi Badan Ideal Anak

Bagikan artikel ini

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu GTM pada anak?

GTM adalah singkatan dari "gerakan tutup mulut", istilah populer untuk perilaku anak menolak makan. GTM bukan diagnosis medis, melainkan gejala yang penyebabnya bisa berupa fase perkembangan normal, kesalahan aturan makan, atau kondisi medis tertentu.

Berapa lama GTM biasanya berlangsung?

Episode yang wajar umumnya berlangsung beberapa hari hingga dua minggu dan hilang timbul. GTM yang menetap lebih dari satu bulan, terutama bila berat badan tidak naik, perlu dievaluasi dokter.

Apakah boleh memaksa anak makan?

Sebaiknya tidak. Memaksa memang bisa menambah asupan hari itu, tetapi terbukti menurunkan asupan dan memperburuk penolakan dalam jangka panjang, karena anak mengasosiasikan waktu makan dengan tekanan.

Anak hanya mau makan nasi dan telur, bagaimana?

Selama berat badannya tetap naik, ini masih dapat ditoleransi. Tetap sajikan makanan lain di piring yang sama tanpa memaksa, dan naikkan nilai gizi dari yang sudah ia mau — misalnya menambahkan minyak, sayur cincang halus, atau keju ke nasi dan telurnya.

Anak susah makan tapi beratnya naik terus, apakah bermasalah?

Umumnya tidak. Berat badan yang tetap naik mengikuti kurva adalah bukti terbaik bahwa asupannya mencukupi, meskipun bagi orang tua porsinya terlihat sedikit.

Bolehkah anak makan sambil menonton agar mau makan?

Sebaiknya tidak. Cara ini efektif sesaat tetapi membuat anak tidak belajar mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri, dan hampir selalu berkembang menjadi ketergantungan yang lebih sulit dihentikan kemudian.

Berapa banyak susu yang boleh diberikan pada balita?

Sekitar 500 ml per hari untuk anak di atas 1 tahun, diberikan setelah makan. Susu berlebihan mengenyangkan dan menghambat penyerapan zat besi, sehingga justru memperburuk masalah makan.

Kapan anak susah makan perlu dibawa ke dokter spesialis anak?

Ketika berat badannya tidak naik selama dua bulan, ketika penolakan disertai gejala fisik lain seperti muntah, pucat, atau batuk lama, atau ketika perbaikan aturan makan selama 2–4 minggu tidak membuahkan hasil.

Anak hanya mau makan kalau disuapi sambil jalan-jalan, bagaimana menghentikannya?

Hentikan secara bertahap dan konsisten, bukan mendadak. Mulailah dengan memindahkan makan ke satu tempat tetap meski awalnya tidak di kursi, lalu perpendek durasinya menjadi maksimal 30 menit. Wajar bila asupan menurun pada minggu pertama hingga kedua; selama berat badan masih terpantau baik, bertahanlah. Kebiasaan ini biasanya membutuhkan 2–4 minggu untuk berubah.

Bolehkah mengganti makan dengan susu kalau anak menolak makan?

Sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Susu memang mengandung kalori, tetapi kandungan zat besinya rendah dan penyerapannya menghambat zat besi dari makanan lain. Anak yang kebutuhan kalorinya dipenuhi dari susu justru semakin tidak lapar saat waktu makan, sehingga penolakannya bertambah panjang.

Anak GTM saat tumbuh gigi, berapa lama biasanya berlangsung?

Umumnya beberapa hari hingga sekitar satu minggu untuk setiap gigi yang muncul. Selama periode itu, tawarkan makanan bertekstur lebih lembut dan bersuhu dingin, serta pertahankan jadwal makan seperti biasa. Penolakan makan yang menetap lebih dari dua minggu tidak lagi dapat dijelaskan oleh tumbuh gigi dan perlu dicari penyebab lain.

Bolehkah memberi menu yang sama setiap hari kalau hanya itu yang anak mau?

Boleh sebagai jalan sementara agar asupan tetap masuk, tetapi tetap sandingkan satu jenis makanan lain di piring yang sama tanpa memaksa anak memakannya. Paparan berulang tanpa tekanan adalah cara kerja penerimaan makanan baru; rata-rata dibutuhkan 8–15 kali percobaan sebelum anak bersedia mencicipi.

Bolehkah menambahkan gula atau madu agar makanan lebih disukai anak?

Madu tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun karena risiko botulisme. Untuk anak di atas 1 tahun, penambahan pemanis sebaiknya dibatasi karena melatih anak menyukai rasa manis dan membuat makanan bergizi semakin sulit diterima. Untuk menaikkan kalori, lemak sehat seperti minyak, santan, keju, atau alpukat adalah pilihan yang lebih baik.

Anak muntah setiap kali diberi makanan bertekstur kasar, apa artinya?

Bisa jadi peralihan teksturnya terlalu cepat, tetapi bisa juga menandakan gangguan kemampuan oromotor atau menelan. Perlu dibedakan antara refleks muntah biasa saat belajar tekstur baru dan muntah yang benar-benar berulang serta disertai tersedak. Bila tersedak berulang atau makanan sampai keluar melalui hidung, periksakan anak.

Apakah anak yang susah makan perlu diperiksa cacing atau TB?

Bila kesulitan makan disertai berat badan yang tidak naik, pemeriksaan tersebut memang termasuk yang dipertimbangkan dokter, terutama pada anak dengan riwayat kontak tuberkulosis atau lingkungan berisiko infeksi cacing. Namun pemeriksaan ini ditentukan berdasarkan penilaian klinis, bukan diminta sendiri sebagai langkah pertama.