Anak Terlambat Bicara (Speech Delay): Ciri, Penyebab, dan Kapan Perlu Terapi

Publish 13 August 2026 | 1:00 pm

Anak Terlambat Bicara (Speech Delay): Ciri, Penyebab, dan Kapan Perlu Terapi

Patokan kemampuan bicara yang perlu diketahui orang tua: usia 12 bulan anak sudah mengucapkan 1–2 kata bermakna, usia 18 bulan sekitar 10–20 kata, usia 2 tahun sekitar 50 kata dan mulai menggabungkan dua kata ("mau susu"), dan usia 3 tahun sudah berbicara dalam kalimat pendek yang sekitar 75% ucapannya dapat dimengerti orang di luar keluarga. Anak yang belum mengucapkan satu kata pun di usia 18 bulan, atau belum menggabungkan dua kata di usia 2 tahun, perlu diperiksakan ke dokter spesialis anak — bukan ditunggu.

Artikel ini bagian dari Panduan Tumbuh Kembang Anak 0–5 Tahun dari RSIA Mahati.


1. Milestone bicara normal per usia

UsiaKemampuan yang seharusnya sudah munculPerkiraan jumlah kataKejelasan ucapan bagi orang asing
6 bulanMengoceh dengan konsonan: "ba", "da", "ma"
9 bulanMengoceh berulang, menoleh saat namanya dipanggil
12 bulan1–2 kata bermakna; menunjuk dan melambaikan tangan1–3 kata
15 bulanMenunjuk benda yang diminta; mengikuti perintah 1 langkah3–10 kata
18 bulanMenunjuk untuk berbagi minat, bukan sekadar meminta10–20 kata± 25%
24 bulanMenggabungkan 2 kata; mengikuti perintah 2 langkah± 50 kata± 50%
30 bulanMenggunakan kata ganti "aku", "kamu"100+ kata± 65%
36 bulanKalimat 3 kata; bertanya "apa" dan "siapa"200+ kata± 75%
48 bulanBercerita pengalaman sederhana; bertanya "kenapa"Hampir seluruhnya
60 bulanBercerita runtut; kalimat kompleksSeluruhnya

Kolom kejelasan ucapan sering terlupakan, padahal sangat berguna: anak usia 3 tahun yang ucapannya hanya dimengerti oleh ibunya perlu dievaluasi, sekalipun jumlah katanya banyak.

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.AJadwal Dokter · 7 Hari ke Depandr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakBuat JanjiSabtu, 15 Agustus 202614:00 - 17:00Rabu, 19 Agustus 202613:00 - 15:00Kamis, 20 Agustus 202616:00 - 19:00Jumat, 21 Agustus 202616:00 - 19:00


2. Beda speech delay, language delay, dan gangguan pendengaran

KondisiYang tergangguGambaran khas
Speech delay (gangguan bicara)Produksi bunyi/artikulasiAnak memahami perintah dengan baik dan ingin berkomunikasi, tetapi ucapannya sulit dimengerti
Language delay (gangguan bahasa)Pemahaman dan penyusunan bahasaAnak sulit memahami perintah, kosakatanya sedikit, sulit merangkai kalimat
Gangguan pendengaranMasukan suaraTidak menoleh saat dipanggil, ocehan berhenti setelah usia 6–9 bulan, respons tidak konsisten terhadap suara
Gangguan spektrum autismeKomunikasi sosialKeterlambatan bicara disertai kontak mata minim, tidak menunjuk untuk berbagi minat, bermain berulang, tidak merespons namanya

Pembedaan ini penting karena penanganannya berbeda. Yang paling sering keliru dinilai adalah gangguan pendengaran ringan sampai sedang — anak tampak "kadang dengar, kadang tidak", padahal sebetulnya ia hanya menangkap sebagian bunyi. Karena itu setiap anak dengan keterlambatan bicara wajib menjalani pemeriksaan pendengaran, tanpa kecuali.


3. Ciri-ciri anak speech delay per usia

Periksakan anak bila menemukan salah satu tanda berikut:

Usia 9–12 bulan

  • Tidak mengoceh sama sekali
  • Tidak menoleh ketika namanya dipanggil
  • Tidak menunjuk, melambai, atau menggunakan gerak tubuh untuk berkomunikasi

Usia 15–18 bulan

  • Belum ada satu pun kata bermakna di usia 16–18 bulan
  • Tidak menunjuk untuk menunjukkan sesuatu yang menarik baginya
  • Tidak memahami perintah sederhana seperti "sini" atau "ambil bola"

Usia 24 bulan (anak 2 tahun belum bisa bicara)

  • Kosakata kurang dari 50 kata
  • Belum bisa menggabungkan dua kata
  • Hanya membeo tanpa memahami arti kata yang diucapkan
  • Tidak mengikuti perintah dua langkah

Usia 36 bulan (anak 3 tahun belum lancar bicara)

  • Ucapannya tidak dimengerti orang di luar keluarga
  • Belum bisa membuat kalimat 3 kata
  • Tidak bertanya
  • Tidak bermain pura-pura

Semua usia — tanda yang paling penting

  • Kehilangan kemampuan bicara yang sebelumnya sudah dikuasai. Regresi bahasa pada usia berapa pun harus segera dievaluasi dan tidak boleh ditunggu.

4. Penyebab anak terlambat bicara

1. Gangguan pendengaran. Penyebab yang paling penting untuk disingkirkan lebih dulu. Bisa bersifat bawaan atau didapat, misalnya akibat infeksi telinga tengah berulang dengan cairan yang menetap. Deteksi dini menentukan hasil akhirnya.

2. Paparan layar berlebih dan kurangnya interaksi dua arah. Otak anak belajar bahasa dari percakapan bergantian — anak bersuara, orang dewasa merespons, anak merespons lagi. Layar tidak memberikan giliran itu. Ini penyebab yang paling sering ditemukan dan paling mudah diperbaiki.

3. Keterlambatan maturasi (late talker). Sebagian anak memang berbicara lebih lambat tanpa kelainan yang mendasari, dan menyusul teman sebayanya. Namun label ini hanya boleh disematkan setelah pemeriksaan menyingkirkan penyebab lain — bukan sebagai alasan untuk menunda pemeriksaan.

4. Gangguan spektrum autisme. Keterlambatan bicara disertai gangguan komunikasi sosial: kontak mata minim, tidak menunjuk untuk berbagi minat, bermain berulang, tidak merespons nama. Skrining M-CHAT dianjurkan pada usia 16–30 bulan.

5. Gangguan oromotor. Kelemahan atau gangguan koordinasi otot mulut, lidah, dan rahang. Sering disertai riwayat kesulitan menyusu, tersedak, atau air liur berlebih.

6. Kondisi medis lain. Gangguan perkembangan intelektual, kelainan genetik, riwayat prematuritas berat, atau gangguan neurologis.

Bagaimana dengan anak dwibahasa? Anak yang tumbuh dengan dua bahasa tidak menjadi terlambat bicara. Jumlah kata dalam satu bahasa mungkin lebih sedikit, tetapi total kosakata dari kedua bahasa sebanding dengan anak seusianya. Mencampur bahasa juga normal. Bila ada keterlambatan nyata, penyebabnya bukan dwibahasa — dan pemeriksaan tetap diperlukan.


5. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan

PemeriksaanTujuan
Pemeriksaan pendengaran (OAE/BERA/timpanometri)Menyingkirkan gangguan pendengaran — langkah pertama yang wajib
KPSPSkrining perkembangan sesuai usia menurut pedoman Kemenkes
Denver II atau instrumen setaraMenilai empat domain perkembangan secara lebih rinci
M-CHAT (usia 16–30 bulan)Skrining risiko gangguan spektrum autisme
Evaluasi oromotorMenilai kekuatan dan koordinasi otot bicara serta kemampuan menelan
Pemeriksaan darah bila diindikasikanMencari anemia, gangguan tiroid, atau kondisi lain yang relevan

Sebagian besar pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan dapat diselesaikan dalam satu hingga dua kali kunjungan.


6. Cara melatih anak bicara di rumah

Teknik berikut dapat langsung diterapkan sambil menunggu jadwal pemeriksaan.

  1. Sejajarkan wajah Anda dengan wajah anak. Anak belajar bicara dengan melihat gerak bibir, bukan hanya mendengar suara.
  2. Parallel talk — narasikan apa yang sedang anak lakukan. "Adik pegang bola. Bolanya merah. Bolanya menggelinding."
  3. Self talk — narasikan apa yang Anda lakukan. "Bunda buka kulkas. Bunda ambil susu."
  4. Beri jeda dan tunggu. Setelah bertanya atau menyebut sesuatu, diam 5–10 detik. Orang tua sering mengisi jeda itu terlalu cepat, sehingga anak tak pernah mendapat giliran.
  5. Perluas ucapan anak satu tingkat. Anak berkata "susu", Anda menjawab "mau susu ya". Anak berkata "mau susu", Anda menjawab "adik mau minum susu".
  6. Jangan langsung memberikan yang ditunjuk. Tunggu sejenak sambil menyebutkan namanya, beri kesempatan anak berusaha mengucapkannya, lalu berikan — tanpa memaksa dan tanpa menahannya terlalu lama.
  7. Bacakan buku setiap hari, meski hanya lima menit. Tunjuk gambarnya, sebutkan namanya, ajukan pertanyaan sederhana.
  8. Hentikan atau batasi paparan layar sesuai rekomendasi: tidak ada layar di bawah 2 tahun, maksimal 1 jam per hari pada usia 2–5 tahun dan selalu ditemani.
  9. Jangan mengoreksi ucapan yang salah secara langsung. Cukup ulangi versi yang benar dalam kalimat Anda, tanpa menyuruh anak mengulanginya.

Konsistensi jauh lebih menentukan daripada durasi: sepuluh menit interaksi penuh setiap hari lebih bermanfaat daripada satu jam sekali seminggu.


7. Kapan mulai terapi wicara

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ARekomendasi Dokter Mahatidr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakLihat Profil & Jadwal

Rujuk untuk evaluasi — yang bila perlu berlanjut ke terapi wicara — bila:

  • Anak belum mengucapkan satu kata pun pada usia 18 bulan.
  • Anak belum menggabungkan dua kata pada usia 24 bulan.
  • Ucapan anak tidak dimengerti orang di luar keluarga pada usia 3 tahun.
  • Anak kehilangan kemampuan bicara yang sudah dikuasai, pada usia berapa pun.
  • Keterlambatan bicara disertai tanda lain: tidak merespons nama, kontak mata minim, tidak menunjuk untuk berbagi minat.
  • Terdapat gangguan pendengaran yang sudah terkonfirmasi.

Mengapa jangan menunggu? Kalimat "nanti juga bisa sendiri" memang benar untuk sebagian anak — tetapi tidak ada cara untuk mengetahui anak Anda termasuk yang mana tanpa pemeriksaan. Periode 0–5 tahun adalah masa ketika otak paling lentur untuk membentuk jaringan bahasa, sehingga intervensi yang dimulai pada usia 2 tahun memberi hasil yang lebih baik daripada intervensi yang sama pada usia 4 tahun. Risiko memeriksakan anak yang ternyata baik-baik saja hanyalah satu kali kunjungan; risiko menunda pada anak yang sebenarnya bermasalah jauh lebih besar.

RSIA Mahati di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan melayani evaluasi keterlambatan bicara oleh dokter spesialis anak, mencakup skrining perkembangan, penilaian pendengaran, dan pengarahan ke terapi yang sesuai. Lihat Jadwal Dokter untuk membuat janji.

Artikel ini ditinjau oleh dr. Maria Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RSIA Mahati. Materi bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Rujukan: Ikatan Dokter Anak Indonesia — Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak; American Academy of Pediatrics — Developmental Surveillance and Screening; CDC — Learn the Signs. Act Early; WHO Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children Under 5 Years of Age (2019).

Baca juga: Panduan Tumbuh Kembang Anak 0–5 Tahun · Berat Badan dan Tinggi Badan Ideal Anak

Bagikan artikel ini

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu speech delay?

*Speech delay* adalah keterlambatan kemampuan bicara dibandingkan patokan usia anak. Istilah ini mencakup gangguan produksi bunyi bicara maupun gangguan bahasa secara lebih luas, dengan penyebab yang beragam mulai dari gangguan pendengaran hingga kurangnya stimulasi.

Anak saya 2 tahun belum bisa bicara, apakah normal?

Pada usia 24 bulan, anak seharusnya memiliki sekitar 50 kata dan mulai menggabungkan dua kata. Anak yang belum mengucapkan kata sama sekali di usia ini berada di luar rentang normal dan perlu diperiksakan — bukan ditunggu sampai usia 3 tahun.

Anak laki-laki memang lebih lambat bicara, benarkah?

Secara rata-rata anak laki-laki memang sedikit lebih lambat, tetapi selisihnya kecil dan tidak cukup untuk menjelaskan keterlambatan yang nyata. Jenis kelamin bukan alasan yang sah untuk menunda pemeriksaan.

Apakah anak yang tumbuh dengan dua bahasa jadi telat bicara?

Tidak. Anak dwibahasa mungkin memiliki lebih sedikit kata dalam satu bahasa, tetapi total kosakatanya sebanding dengan anak seusianya, dan mencampur dua bahasa adalah hal yang normal.

Berapa lama terapi wicara biasanya dibutuhkan?

Sangat bervariasi, tergantung penyebab, usia saat mulai, dan konsistensi latihan di rumah. Sebagian anak membaik dalam beberapa bulan, sebagian lain membutuhkan waktu lebih panjang. Yang paling menentukan hasilnya adalah usia saat terapi dimulai dan keterlibatan orang tua sehari-hari.

Apakah gawai benar-benar menyebabkan anak telat bicara?

Paparan layar berlebih berhubungan dengan keterlambatan bicara, terutama karena menggantikan waktu percakapan dua arah. Anak belajar bahasa dari giliran berbicara dan umpan balik langsung — sesuatu yang tidak diberikan layar, bahkan oleh tayangan yang dilabeli edukatif.

Anak saya mengerti semua perintah tapi belum bicara. Perlu khawatir?

Pemahaman yang baik adalah pertanda yang menguntungkan, tetapi tidak menghapus perlunya pemeriksaan. Anak dengan pemahaman baik namun produksi bicara terbatas tetap perlu diperiksa pendengarannya dan dievaluasi kemampuan oromotornya.

Ke mana harus memeriksakan anak yang terlambat bicara di Jakarta Selatan?

Langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk skrining perkembangan dan pemeriksaan pendengaran, sebelum langsung mendaftar terapi wicara. RSIA Mahati di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan menyediakan evaluasi tersebut melalui Poli Anak.

Apakah anak yang terlambat bicara pasti autisme?

Tidak. Keterlambatan bicara memiliki banyak penyebab, dan sebagian besar anak yang terlambat bicara tidak mengalami gangguan spektrum autisme. Yang membedakan adalah aspek komunikasi sosialnya: anak dengan autisme umumnya juga menunjukkan kontak mata yang minim, tidak menunjuk untuk berbagi minat, dan tidak merespons namanya. Anak yang tetap ingin berkomunikasi dengan gerak tubuh dan ekspresi wajah, hanya belum bisa mengucapkannya, memiliki gambaran yang berbeda.

Anak saya hanya membeo iklan atau lagu, apakah itu terhitung bicara?

Mengulang kata tanpa memahami maknanya (*ekolalia*) berbeda dengan bicara fungsional. Kemampuan yang dinilai adalah penggunaan kata untuk suatu tujuan — meminta, menolak, menyebut nama benda, atau menjawab. Ekolalia yang menetap di atas usia 2 tahun perlu dievaluasi, meskipun anak terdengar "banyak bicara".

Apakah video edukasi berbahasa dapat membantu anak belajar bicara?

Manfaatnya sangat terbatas pada anak di bawah 2 tahun. Bahasa dipelajari melalui percakapan bergantian dengan umpan balik langsung, dan layar tidak menyediakan giliran itu — sekalipun tayangannya dilabeli edukatif. Waktu yang sama akan jauh lebih bermanfaat bila dipakai untuk membacakan buku atau berbicara langsung dengan anak.

Anak saya usia 3 tahun mulai gagap, apakah normal?

Ketidaklancaran bicara sementara sering muncul pada usia 2–5 tahun ketika kemampuan berpikir anak berkembang lebih cepat daripada kemampuan mengucapkannya, dan biasanya membaik sendiri. Yang perlu diperiksakan adalah gagap yang berlangsung lebih dari 6 bulan, disertai ketegangan otot wajah, atau membuat anak menghindari berbicara. Jangan menyuruh anak mengulang atau "bicara pelan-pelan"; cukup dengarkan tanpa menyela.

Apakah penggunaan dot atau empeng terlalu lama membuat anak telat bicara?

Penggunaan empeng yang berkepanjangan, terutama di atas usia 2 tahun dan sepanjang hari, mengurangi kesempatan anak melatih bunyi bicara dan dapat memengaruhi posisi gigi serta artikulasi. Empeng bukan penyebab utama keterlambatan bicara, tetapi membatasi penggunaannya adalah langkah yang wajar dilakukan.

Perlukah pemeriksaan pendengaran meskipun anak jelas bereaksi terhadap suara?

Perlu. Gangguan pendengaran ringan sampai sedang sering luput justru karena anak masih menangkap sebagian bunyi, sehingga terkesan "kadang dengar, kadang tidak". Pemeriksaan pendengaran adalah langkah pertama yang wajib pada setiap anak dengan keterlambatan bicara, tanpa kecuali.

Apakah orang tua bisa melatih anak bicara sendiri di rumah tanpa terapis?

Latihan di rumah sangat menentukan hasil, bahkan pada anak yang menjalani terapi formal, karena porsi waktu terbesar anak ada bersama orang tuanya. Namun latihan di rumah tidak menggantikan pemeriksaan — tanpa mengetahui penyebabnya, latihan bisa saja diarahkan pada sasaran yang keliru, misalnya pada anak yang sebenarnya mengalami gangguan pendengaran.