Berat Badan dan Tinggi Badan Ideal Anak 0–5 Tahun (Tabel Lengkap WHO)

Publish 11 August 2026 | 10:00 am

Berat Badan dan Tinggi Badan Ideal Anak 0–5 Tahun (Tabel Lengkap WHO)

Berat badan ideal anak usia 1 tahun adalah sekitar 9,6 kg untuk laki-laki dan 8,9 kg untuk perempuan; pada usia 2 tahun sekitar 12,2 kg dan 11,5 kg. Namun angka tersebut adalah nilai tengah (median), bukan target. Anak tetap dinilai normal selama berat badannya berada di antara garis −2 SD dan +2 SD pada kurva pertumbuhan WHO, dan yang jauh lebih penting daripada angka tunggal adalah arah kurvanya dari bulan ke bulan.

Artikel ini bagian dari Panduan Tumbuh Kembang Anak 0–5 Tahun dari RSIA Mahati.


1. Tabel berat dan panjang badan bayi 0–12 bulan

Angka median adalah nilai tengah anak sehat seusianya. Kolom rentang normal adalah batas −2 SD sampai +2 SD; anak di dalam rentang ini dianggap normal.

Bayi laki-laki

UsiaBerat median (kg)Rentang normal berat (kg)Panjang median (cm)Rentang normal panjang (cm)
Lahir3,32,5 – 4,449,946,1 – 53,7
1 bulan4,53,4 – 5,8
2 bulan5,64,3 – 7,1
3 bulan6,45,0 – 8,061,457,3 – 65,5
4 bulan7,05,6 – 8,7
5 bulan7,56,0 – 9,3
6 bulan7,96,4 – 9,867,663,3 – 71,9
7 bulan8,36,7 – 10,3
8 bulan8,66,9 – 10,7
9 bulan8,97,1 – 11,072,067,5 – 76,5
10 bulan9,27,4 – 11,4
11 bulan9,47,6 – 11,7
12 bulan9,67,7 – 12,075,771,0 – 80,5

Bayi perempuan

UsiaBerat median (kg)Rentang normal berat (kg)Panjang median (cm)Rentang normal panjang (cm)
Lahir3,22,4 – 4,249,145,4 – 52,9
1 bulan4,23,2 – 5,5
2 bulan5,13,9 – 6,6
3 bulan5,84,5 – 7,559,855,6 – 64,0
4 bulan6,45,0 – 8,2
5 bulan6,95,4 – 8,8
6 bulan7,35,7 – 9,365,761,2 – 70,3
7 bulan7,66,0 – 9,8
8 bulan7,96,3 – 10,2
9 bulan8,26,5 – 10,570,165,3 – 75,0
10 bulan8,56,7 – 10,9
11 bulan8,76,9 – 11,2
12 bulan8,97,0 – 11,574,068,9 – 79,2

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ARekomendasi Dokter Mahatidr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakLihat Profil & Jadwal

2. Tabel berat dan tinggi badan anak 1–5 tahun

Berat badan ideal anak 1 tahun

Laki-laki: median 9,6 kg (normal 7,7–12,0 kg). Perempuan: median 8,9 kg (normal 7,0–11,5 kg). Pada usia ini berat badan anak umumnya sudah mencapai sekitar tiga kali berat lahirnya.

Berat badan ideal anak 2 tahun

Laki-laki: median 12,2 kg (normal 9,7–15,3 kg). Perempuan: median 11,5 kg (normal 9,0–14,8 kg). Nafsu makan yang menurun pada usia ini lumrah terjadi karena laju pertumbuhan melambat dibanding tahun pertama.

Berat badan ideal anak 3 tahun

Laki-laki: median 14,3 kg (normal 11,3–18,3 kg). Perempuan: median 13,9 kg (normal 10,8–18,1 kg).

Berat badan ideal anak 4 tahun

Laki-laki: median 16,3 kg (normal 12,7–21,2 kg). Perempuan: median 16,1 kg (normal 12,3–21,5 kg).

Berat badan ideal anak 5 tahun

Laki-laki: median 18,3 kg (normal 14,1–24,2 kg). Perempuan: median 18,2 kg (normal 13,7–24,9 kg).

Tabel ringkas 1–5 tahun

UsiaBerat L (kg)Berat P (kg)Tinggi L (cm)Tinggi P (cm)
1 tahun9,68,975,774,0
1,5 tahun10,910,282,380,7
2 tahun12,211,587,186,4
2,5 tahun13,312,791,990,7
3 tahun14,313,996,195,1
3,5 tahun15,315,099,999,0
4 tahun16,316,1103,3102,7
4,5 tahun17,317,2106,7106,2
5 tahun18,318,2110,0109,4

Nilai pada tabel ringkas adalah median WHO. Tinggi badan diukur sambil berbaring (panjang badan) sampai usia 2 tahun, dan sambil berdiri setelahnya; selisih keduanya sekitar 0,7 cm.

Cara menghitung berat badan ideal anak secara cepat

Untuk perkiraan kasar di rumah (bukan pengganti kurva pertumbuhan), rumus yang biasa dipakai untuk anak usia 1–6 tahun adalah:

Berat badan (kg) ≈ (usia dalam tahun × 2) + 8

Contoh: anak usia 3 tahun ≈ (3 × 2) + 8 = 14 kg. Rumus ini praktis untuk pengecekan sekilas, tetapi tidak membedakan jenis kelamin dan tidak bisa mendeteksi masalah pertumbuhan. Penilaian yang sah tetap harus menggunakan kurva WHO di buku KIA.


3. Cara membaca kurva WHO dan KMS

  1. Tentukan usia anak dalam bulan (gunakan usia koreksi bila anak lahir prematur, sampai usia 2 tahun).
  2. Timbang dan ukur dengan alat yang sama setiap kali, sebaiknya di pagi hari dan tanpa pakaian tebal.
  3. Plot titiknya pada kurva sesuai jenis kelamin: cari usia di sumbu mendatar, berat di sumbu tegak, lalu beri titik pada perpotongannya.
  4. Hubungkan titik-titik antar kunjungan menjadi sebuah garis. Garis inilah yang dibaca, bukan titik terakhirnya saja.

Cara membaca hasilnya:

Posisi/pola kurvaArti
Di antara −2 SD dan +2 SD, naik sejajar kurvaNormal
Naik tetapi lebih landai daripada kurva referensiPerlu diperhatikan, evaluasi asupan
Mendatar 2 bulan berturut-turutWeight faltering — tanda awal masalah gizi, perlu dievaluasi
MenurunPerlu pemeriksaan dokter, apa pun posisinya di kurva
Di bawah garis −2 SDGizi kurang (BB/U rendah)
Di bawah garis −3 SDGizi buruk — perlu penanganan segera
Memotong dua garis kurva ke atas dalam waktu singkatKenaikan berat berlebihan, evaluasi risiko obesitas

Pada KMS di buku KIA, pita warna mempermudah pembacaan: hijau berarti normal, kuning berarti perlu perhatian, dan merah berarti perlu segera diperiksakan. Prinsipnya sama — arah garis lebih penting daripada warna pita tempat titik itu berada.


4. Kapan berat badan anak disebut bermasalah

Tiga istilah ini sering dianggap sama, padahal berbeda penyebab dan penanganannya.

IstilahIndeks yang dipakaiArtinyaMenunjukkan
Berat badan kurang (underweight)BB/U < −2 SDBerat kurang untuk usianyaBisa akut, bisa kronis — perlu dilihat indeks lain
Pendek / stuntingTB/U < −2 SDTinggi kurang untuk usianyaKekurangan gizi kronis, berlangsung lama
Kurus (wasting)BB/TB < −2 SDBerat kurang dibanding tinggi badannyaKekurangan gizi akut, biasanya baru terjadi

Ciri anak stunting

  • Tinggi badan jelas lebih pendek dibanding anak seusianya, dan posisinya di kurva TB/U berada di bawah garis −2 SD.
  • Pertambahan tinggi badan per tahun lebih lambat dari seharusnya.
  • Sering disertai keterlambatan perkembangan, mudah sakit, dan konsentrasi yang kurang saat usia sekolah.
  • Bisa terjadi pada anak yang terlihat "berisi" — karena stunting dinilai dari tinggi badan, bukan dari berat badan. Inilah sebabnya anak yang tampak gemuk tetap perlu diukur tinggi badannya.

Stunting menetap setelah usia 2 tahun jauh lebih sulit diperbaiki. Karena itu 1.000 hari pertama kehidupan (sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun) menjadi jendela intervensi yang paling menentukan.

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.AJadwal Dokter · 7 Hari ke Depandr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakBuat JanjiSabtu, 15 Agustus 202614:00 - 17:00Rabu, 19 Agustus 202613:00 - 15:00Kamis, 20 Agustus 202616:00 - 19:00Jumat, 21 Agustus 202616:00 - 19:00


5. Penyebab berat badan anak sulit naik

Asupan kurang

  • Porsi atau frekuensi makan tidak cukup; kepadatan kalori makanan rendah (misalnya bubur yang terlalu encer).
  • Susu berlebihan (di atas ± 600 ml/hari pada balita) sehingga anak keburu kenyang.
  • Anak menolak makan atau GTM berkepanjangan → dibahas di Anak Susah Makan (GTM).

Penyerapan terganggu

  • Alergi protein susu sapi, intoleransi laktosa, penyakit celiac.
  • Infeksi cacing, diare berulang.

Kebutuhan meningkat atau penyakit tertentu

  • Infeksi berulang atau infeksi kronis (termasuk tuberkulosis anak, yang di Indonesia masih sering ditemukan).
  • Penyakit jantung bawaan, penyakit ginjal kronis, hipertiroid.
  • Anemia defisiensi besi — sering menjadi lingkaran setan: nafsu makan turun, berat sulit naik, anemia makin berat.

6. Cara menaikkan berat badan anak dengan aman

Yang efektif:

  1. Tingkatkan kepadatan kalori, bukan volume porsi. Perut anak kecil. Tambahkan minyak, santan, mentega, keju, atau alpukat ke makanan yang sudah ada — porsi tetap, kalori naik.
  2. Utamakan protein hewani setiap kali makan. Telur, ikan, ayam, daging, hati. Protein hewani menyumbang zat besi dan seng yang paling menentukan pertumbuhan.
  3. Atur jadwal: 3 makan utama + 2 selingan bergizi, dengan jeda tanpa camilan atau susu di antaranya agar anak sempat lapar.
  4. Batasi susu ± 500 ml/hari untuk anak di atas 1 tahun, dan berikan setelah makan, bukan sebelumnya.
  5. Naikkan tekstur sesuai usia. Anak yang masih diberi makanan halus di usia 1 tahun ke atas cenderung mendapat kalori lebih sedikit.
  6. Obati penyebab medisnya bila ada — tanpa ini, penambahan kalori sering tidak membuahkan hasil.

Yang sebaiknya tidak dilakukan:

  • Memberi vitamin penambah nafsu makan tanpa mencari penyebabnya lebih dulu.
  • Menambah gula, sirup, atau camilan manis untuk "menaikkan berat" — berat mungkin naik, tetapi tanpa perbaikan gizi.
  • Memaksa, mengancam, atau menyuapi sambil mengejar anak. Cara ini menaikkan berat badan hari ini dan merusak hubungan anak dengan makanan untuk jangka panjang.
  • Mengganti-ganti merek susu berulang kali sebagai solusi utama.

7. Kapan harus ke dokter anak

dr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ARekomendasi Dokter Mahatidr. Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.ADokter Spesialis AnakLihat Profil & Jadwal

Periksakan anak bila menemukan salah satu dari kondisi berikut:

  1. Berat badan tidak naik atau turun selama 2 bulan berturut-turut.
  2. Titik berat badan berada di bawah garis merah KMS atau di bawah −2 SD pada kurva WHO.
  3. Tinggi badan anak di bawah −2 SD untuk usianya.
  4. Berat badan sulit naik disertai gejala lain: diare berulang, batuk lebih dari 2 minggu, demam berulang, pucat, atau anak tampak lesu.
  5. Anak menolak hampir semua makanan lebih dari 2 minggu.

Poli Anak RSIA Mahati (Jl. Taman Alfa Indah Blok J1 No. 1, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan) melayani penilaian pertumbuhan lengkap: pengukuran antropometri, plotting kurva, penelusuran penyebab medis, dan penyusunan rencana kejar tumbuh bersama dokter spesialis anak. Lihat Jadwal Dokter untuk membuat janji.


Angka pada tabel mengacu pada WHO Child Growth Standards (2006) yang juga digunakan IDAI dan Kementerian Kesehatan RI. Artikel ini ditinjau oleh dr. Maria Renata Yolanda Djatioetomo, Sp.A. Materi bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Rujukan: WHO Child Growth Standards (2006); IDAI — Kurva Pertumbuhan WHO; Kementerian Kesehatan RI — Buku KIA dan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standar Antropometri Anak.

Baca juga: Panduan Tumbuh Kembang Anak 0–5 Tahun · Anak Susah Makan (GTM)

Bagikan artikel ini

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa berat badan ideal anak 2 tahun?

Menurut standar WHO, nilai tengahnya adalah 12,2 kg untuk anak laki-laki dan 11,5 kg untuk anak perempuan. Rentang normalnya cukup lebar: 9,7–15,3 kg untuk laki-laki dan 9,0–14,8 kg untuk perempuan.

Anak saya beratnya di bawah median, apakah berarti kurang gizi?

Belum tentu. Median adalah nilai tengah, sehingga secara statistik separuh anak sehat berada di bawahnya. Anak baru disebut bermasalah bila beratnya di bawah garis −2 SD, atau bila kurvanya mendatar dan menurun meskipun angkanya masih di rentang normal.

Apa bedanya stunting dan berat badan kurang?

Stunting dinilai dari tinggi badan menurut umur dan mencerminkan kekurangan gizi yang berlangsung lama. Berat badan kurang dinilai dari berat menurut umur dan bisa terjadi dalam waktu relatif singkat. Anak bisa mengalami salah satunya saja, atau keduanya sekaligus.

Berapa kenaikan berat badan yang normal untuk balita?

Sekitar 2 kg per tahun pada usia 2–5 tahun, jauh lebih lambat dibanding tahun pertama. Karena itu nafsu makan yang menurun setelah usia 1 tahun sering merupakan hal yang wajar, bukan tanda penyakit.

Apakah rumus (usia × 2) + 8 cukup akurat?

Rumus itu berguna untuk perkiraan cepat, misalnya saat menghitung dosis obat dalam keadaan darurat. Untuk menilai status gizi, rumus tersebut tidak memadai karena tidak membedakan jenis kelamin dan tidak menunjukkan arah pertumbuhan. Gunakan kurva WHO.

Perlukah memberi vitamin penambah nafsu makan?

Sebaiknya tidak sebagai langkah pertama. Beberapa suplemen memang meningkatkan asupan pada anak dengan defisiensi tertentu, misalnya seng atau zat besi, tetapi manfaatnya muncul ketika defisiensinya memang ada. Tanpa mencari penyebab, suplemen hanya menunda penemuan masalah yang sebenarnya.

Bagaimana kalau anak sudah 3 tahun dan tetap pendek?

Perbaikan gizi tetap bermanfaat, meskipun potensi kejar tumbuh setelah usia 2 tahun lebih terbatas. Yang penting adalah memastikan penyebabnya bukan kondisi medis lain seperti gangguan hormon pertumbuhan, penyakit kronis, atau kelainan tulang — dan itu memerlukan pemeriksaan dokter spesialis anak.

Kapan waktu terbaik menimbang anak?

Sebaiknya pagi hari sebelum makan, setelah anak buang air, dengan pakaian minimal dan timbangan yang sama setiap kali. Berat badan seorang anak dapat berbeda hingga beberapa ratus gram dalam satu hari, sehingga membandingkan hasil timbangan pagi dengan hasil timbangan sore akan menyesatkan.

Berat badan anak turun setelah sakit, apakah wajar?

Wajar. Penurunan berat badan selama sakit — terutama disertai demam, diare, atau muntah — adalah hal yang lazim. Yang perlu diperhatikan adalah pemulihannya: berat badan seharusnya kembali ke garis semula dalam 2–4 minggu setelah anak sembuh. Bila tidak kembali, atau bila anak sakit berulang sehingga beratnya tidak pernah pulih, kondisi ini perlu diperiksakan.

Berat badan bayi melambat setelah mulai MPASI, apa penyebabnya?

Perlambatan ringan sering terjadi karena laju pertumbuhan memang menurun setelah usia 6 bulan. Namun perlambatan yang nyata biasanya disebabkan MPASI yang kepadatan kalorinya rendah — bubur terlalu encer, porsi terlalu sedikit, atau kurangnya sumber protein hewani. Naikkan kepadatan kalori dan pastikan ada protein hewani setiap kali makan sebelum menyimpulkan hal lain.

Apakah anak yang gemuk berarti sehat?

Tidak selalu. Anak dengan berat badan berlebih tetap dapat mengalami stunting bila tinggi badannya kurang, dan tetap dapat mengalami anemia bila asupan zat besinya rendah. Kelebihan berat badan pada balita juga meningkatkan risiko obesitas di usia sekolah. Karena itu berat badan selalu harus dibaca bersama tinggi badan, melalui indeks BB/TB.

Bagaimana memperkirakan potensi tinggi badan anak dari tinggi orang tua?

Perkiraan kasar yang biasa dipakai: untuk anak laki-laki, jumlahkan tinggi ayah dan ibu, tambahkan 13 cm, lalu bagi dua. Untuk anak perempuan, jumlahkan tinggi kedua orang tua, kurangi 13 cm, lalu bagi dua. Hasilnya adalah perkiraan dengan rentang sekitar 8,5 cm ke atas dan ke bawah — berguna sebagai gambaran, tetapi tidak dapat dipakai untuk membenarkan kurva pertumbuhan yang menyimpang turun.

Berapa lingkar kepala normal bayi?

Rata-rata sekitar 34–35 cm saat lahir, bertambah sekitar 2 cm per bulan pada tiga bulan pertama, lalu melambat. Seperti berat dan tinggi badan, yang dinilai bukan angka tunggalnya melainkan posisinya pada kurva dan arah pertambahannya. Lingkar kepala yang bertambah terlalu cepat atau terlalu lambat perlu segera diperiksakan.

Apakah anak perlu ditimbang di posyandu meski sudah kontrol ke dokter?

Tidak harus keduanya, tetapi pastikan hasilnya tercatat di satu tempat yang sama — sebaiknya buku KIA. Pencatatan yang terpecah di beberapa tempat membuat kurva pertumbuhan sulit dibaca, padahal justru kurva itulah yang paling menentukan dalam penilaian.